Tuesday, March 20, 2012

Pemprov Urus Izin Pembantaran Ismail


BANDARLAMPUNG - Proses pelantikan bupati dan wakil bupati Mesuji terpilih Khamamik – Ismail Ishak masih terus bergulir. Gubernur Lampung Sjachroedin ZP mengungkapkan, pemerintah provinsi (Pemprov) Lampung saat ini tengah mengurus izin pembantaran (peminjaman) Ismail Ishak ke Kemenkumham. Hal itu dikatakan gubernur usai mengikuti rapat paripurna memperingati HUT Provinsi Lampung ke-48, di DPRD Lampung, kemarin (19/3).

Menurut Oedin, sapaan akrabnya, komunikasi dengan Kemenkumham tetap dilakukan. “Yang mesti dipertimbangkan itu, setelah Ismal dilantik, akan dibawa kembali ke rutan. Nah, menurut anda sekarang bagaimana ,” tukas Oedin, kepada wartawan yang mewawancarainya. Kondisi itu, diakuinya tidak mudah untuk dilakukan. Oleh karena itu, lanjut dia, diperlukan kesadaran hukum, termasuk bagi pendukung Ismail Ishak.

Gubernur Lampung dua periode itu juga mengingatkan, agar semua pihak menjaga dan memperhatikan faktor psikologis Ismail Ishak. “Kalau mau dilantik, ya keduanya harus dilantik. Tidak bisa satu saja dilantik. Tempat pelantikan ada di Mesuji,” jelas Oedin. Gubernur juga menuturkan, jika saat ini pemprov Lampung sedang menunggu surat kesediaan dilantik dari Ismail Ishak, yang rencananya akan segera dikirimkan.

Sementara, hingga saat ini DPRD Mesuji menyatakan masih tetap menunda paripurna pelantikan. Lalu bagaimana jika DPRD Mesuji tetap kukuh tidak mau menggelar pelantikan? “(Jika) DPRD tidak mau, ya tidak ada masalah. Kan kita ada azas diskresi namanya,” terang Oedin.

Terpisah, DPRD Lampung memastikan, Khamamik yang kini menjadi bupati Mesuji terpilih, telah resmi mengundurkan diri dari DPRD Lampung. “Surat pemberhentian beliau (Khamamik) sudah kami terima dari Kementerian Dalam Negeri pekan lalu,” ungkap Ketua DPRD Lampung Marwan Cik Asan, kemarin.

Menurut politisi Partai Demokrat itu, proses pengunduran diri Khamamik dimulai dari permintaan Khamamik kepada partainya, Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK). “Dari partainya, kita teruskan ke gubernur lalu ke pemerintah pusat,” jelas Marwan. Saat ini, lanjut dia, DPRD Lampung tengah menunggu proses pergantian antar waktu (PAW) yang akan digelar PDK. “Saya memang masih belum menerima surat dari PDK, tentang siapa yang nantinya akan menggantikan beliau (Khamamik),” ujar Marwan.

Diberitakan, Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. memastikan pelantikan bupati dan wakil bupati Mesuji. Meski tak menyebutkan tanggal pastinya, Oedin –sapaan akrab Sjachroedin Z.P.– mengatakan, dalam waktu dekat Khamamik dan Ismail Ishak akan dilantik. "Kita akan lantik (Khamamik) dalam waktu dekat ini,” ujar Oedin, usai melakukan upacara HUT Ke-48 Lampung di PKOR Wayhalim, Bandarlampung, Sabtu (17/3) lalu.

Oedin menegaskan, mau atau tidaknya Ismail Ishak dilantik, itu bukan masalah.  "Bupatinya (dilantik dahulu) tidak masalah. Wakilnya bisa menyusul. Mau atau tidak (Ismail Ishak dilantik), silakan tinggal menunggu waktunya saja,” tegas Oedin.

Dihubungi terpisah, Khamamik menyatakan, ia berharap banyak dengan janji Oedin yang akan segera melantik dirinya bersama Ismail Ishak dalam waktu dekat.
Khamamik juga mengapresiasi tersendiri atas kearifan Ismail Ishak yang menyatakan siap dilantik.

"Insya Allah, kami optimistis (segera dilantik). Selama ini, saya juga selalu berkomunikasi dan sering ketemu (dengan Ismail Ishak),” ungkap Khamamik, saat dihubungi melalui telepon selulernya. Ditambahkan pria yang akrab disapa 'Wong Kebumen' ini, dia bersama Ismail Ishak dan masyarakat Mesuji sangat mengharapkan pelantikan segera dilakukan. Ini agar ada kepastian hukum atas hasil pesta demokrasi di Mesuji. "Hingga kini, kami menunggu jadwal pelantikan yang ditentukan Pak Gubernur,” tutur mantan anggota DPRD Lampung ini. 

Sementara ke depan, jika benar-benar sudah dilantik, Khamamik tak khawatir kinerjanya memimpin Mesuji jadi terhambat lantaran bekerja sendirian. Ini karena kondisi Ismail Ishak yang masih berurusan dengan hukum.

"Semuanya kan sudah jelas, bahwa tugas bupati itu diatur dalam UU No. 32/2004 tentang Pemerintah Daerah. Sedangkan tugas wakil bupati diatur dalam UU No. 12/2008 tentang Perubahan UU No. 32/2004. Jadi, saya akan bekerja sesuai ketentuan peraturan yang berlaku,” ungkapnya, seraya memohon doa restu agar Mesuji segera memiliki bupati definitif dan kabupaten DOB ini menjadi lebih maju.
 
Bersedia Dilantik

Sebelumnya, Wakil Bupati Mesuji terpilih Ismail Ishak menyatakan kesediaannya segera dilantik. "Atas nama H. Ismail Ishak, kami menyampaikan bahwasanya Bapak (Ismail Ishak) sudah bersedia melaksanakan pelantikan," terang juru bicara keluarga Leksi Ishak saat menghubungi Radar Lampung (grup Radar Tuba).

Dia menyatakan, tak ada alasan-alasan khusus yang membuat Ismail Ishak berubah pikiran. Menurut Leksi, pertimbangannya adalah agar polemik pelantikan kepala daerah Mesuji tidak berlarut-larut lagi. Ismail juga mempertimbangkan kehendak masyarakat Mesuji.

Sedangkan pertimbangan yang paling utama adalah kemaslahatan masyarakat Mesuji pada umumnya. "Bapak memutuskan jika dibiarkan berlarut-larut, maka tentu akan berimbas kepada masyarakat Mesuji.  Yang pasti jika saat ini pemprov berkirim surat, maka akan kami balas surat pemprov dengan menyatakan bersedia dilantik,” terangnya.

Diketahui, Wabup Mesuji terpilih Ismail Ishak harus meringkuk dalam tahanan Kejaksaan Negeri Menggala, Tulangbawang, sejak 15 November 2011 silam. Majelis hakim PN Menggala memvonisnya satu tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider satu bulan kurungan dalam perkara penyalahgunaan dana BUMD Tulangbawang tahun 2006.

Namun, pemenang Pilkada 28 September 2011 itu tak sendiri. Ia ditahan bersama Khoiri, anggota DPRD Tuba Barat. Perintah penahanan keduanya tertuang dengan Nomor: R-LIK-67/N.8.15/Dek.3/11/2011. Di tahanan, Ismail Ishak sempat sakit dan dirawat di RSUD Menggala selama kurang lebih seminggu. Hingga hari ini, usaha hukum yang dilakukan Ismail Ishak seluruhnya mentah di tangan Mahkamah Agung. (wdi/kyd/rus)
Share this article now on :