Tuesday, January 31, 2012

Hantam Mobil Parkir, Dua Tewas

ilustrasi

TULANGBAWANG TENGAH –
Akibat sepeda motor yang dikendarainya menabrak mobil yang sedang diparkir, dua pria meregang nyawa. Pandi (40) dan Yoga (14) warga Banyuwangi Kampung Panaraganjaya Indah, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat (Tuba Barat) tewas seketika di tempat kejadian perkara (TKP). Kedua korban mengalami luka cukup parah di bagian kepala, serta patah di bagian leher.
 
"Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, barang bukti berapa satu unit sepeda motor Yamaha Vega R milik korban dan mobil Daihatsu pick up bermuatan karet, yang dikemudikan Andi (23), warga Kecamatan Menggala, Tulangbawang kita amankan di Unit Laka," terang Kapolpos Kalimiring Bripka Sukiman, S.H kepada Radar Tuba kemarin.

Menurut dia, kronologis peristiwa laka lantas ini ada dua versi. Pertama, sepeda motor Yamaha Vega R yang dikendarai korban, menabrak mobil Daihatsu pick up yang sedang diparkir di pinggir jalan, di Kampung Tirtakencana atau sekitar beberapa meter dari kantor Polsek TbT, kemarin. “Diperkirakan sepeda motor yang datang dari arah Kampung Pulungkencana ini melaju dengan kecepatan tinggi. Karena kondisi jalan licin akibat hujan, motor terpeleset dan menabrak mobil muatan karet yang sedang diparkir di pinggir jalan,” tutur Sukiman.
 
Sedangkan versi kedua, lanjut dia, diduga sepeda motor yang dikendarai kedua korban ini nyaris bersenggolan dengan sepeda motor lainnya,  yang berada di depannya. Karena berupaya menghindari sepeda motor tersebut, sepeda motor yang dikemudikan korban menabrak mobil yang sedang parkir di pinggir jalan. “Namun saat kita (Polisi) tiba di TKP, sepeda motor yang diduga bersenggolan dengan sepeda motor korban, telah pergi," ujarnya.   
  
Dijelaskan, selama Januari 2012 ini, telah terjadi enam kasus lakalantas yang terdata di kepolisian setempat. Dari enam kasus tersebut, tiga kasus di antaranya korban meninggal dunia dan tiga kasus lainnya korban luka ringan dan luka serius. "Faktor utama penyebab tingginya angka lakalantas ini disebabkan ruas jalan yang empit, kelalaian (human error) karena tidak mentaati aturan lalu lintas dan kebut-kebutan di jalan," ungkap Sukiman. 
 
Biasanya, sambung dia, kejadian yang sangat fatal akibat pengendara tidak mengenakan helm, karena rata-rata korban tewas akibat mengalami luka serius di bagian kepala yang tidak memakai helm. "Untuk itu, kami selalu mengimbau kepada masyarakat, agar dapat mentaati peraturan lalu lintas yang ada. Salah satunya dengan cara mengenakan helm,” imbau Sukiman. Dengan demikian, jumlah korban jiwa dalam peristiwa lakalantas, dapat diminimalisir. Dia juga mengingatkan untuk selalu berdoa, ketika hendak berkendara maupun saat telah berada di atas kendaraan. “Dengan demikian, mudah-mudahan kita selamat sampai tujuan," tutur Sukiman. (gus/rus)
Share this article now on :